LATEST NEWS

Formasi & Strategi Terbaik Mobile Legends Season 16

img
May
11

Formasi dan strategi tim sangat diperlukan saat bermain Mobile Legends. Game ini adalah MOBA 5vs5, jadi dibutuhkan kerja sama tim yang solid jika ingin menang. Meskipun kalian seorang pro player, tetapi jika tim kalian Noob, maka semua kemampuan kalian juga sia-sia saja.

Berikut ini ada lima formasi dan strategi yang sering digunakan di Meta season 16 ini.

gamecak-mobile-legends

1. Standar (1-2-2)

Formasi standar ini adalah yang paling sering digunakan dalam Match dan juga paling aman untuk tim random. Jadi, jika kalian tidak sedang bermain squad atau mabar, sebaiknya ikuti formasi ini karena lebih aman.

Formasi 1-2-2 ini berarti ada satu player yang berada di Top Lane, dua di Mid Lane, dan dua di Bottom Lane.

Player yang berada di Lane atau disebut Offlaner biasanya memanfaatkan Hero-hero yang kuat untuk bermain solo dan menjaga tower atas, seperti Hero Fighter atau Tank, beberapa Assassin juga cocok menjadi Offlaner di Meta ini, misalnya Hayabusa dan Lancelot.

Dua player di Mid Lane biasanya diisi oleh Mage/Assassin dan ditemani oleh Tank/Support, yang bertugas untuk Roaming, gank, dan mengambil berbagai Jungle dan Turtle supaya cepat menaikkan Exp.

Sedangkan dua player di Bottom Lane diisi oleh Marksman yang bertugas Farming dibantu oleh Tank/Support.

2. Hypercarry (1-3-1)

Formasi ini mengandalkan satu player utama sebagai Carry dalam tim dan mendapatkan Buff merah sekaligus Buff biru. Dia berada di Mid Lane ditemani oleh Support dan Tank yang kemudian bermain secara agresif serta harus sering Roam ke atas dan ke bawah, dan juga mengambil objek untuk menambah Exp.

Satu Offlaner di Top Lane dan satu lagi Bottom Lane bertugas menjaga tower sambil menunggu Roam dari Mid Lane.

Formasi ini punya risiko yang besar karena hanya mengandalkan satu Hero Core utama, jadi harus benar-benar dijaga agar tak mati oleh lawan.

Selain itu, Hero Carry ini juga harus pintar-pintar menjaga posisi dan memberikan serangan di timing yang pas. Hero carry ini biasanya diisi oleh Marksman, Assassin atau Mage yang memiliki Damage besar.

Formasi ini sangat cocok untuk tim yang sedang mabar bersama teman bersampingan. Tapi kalau dalam solo match, maka ada kemungkinan untuk serhing kalah karena tidak ada komunikasi secara langsung.

3. Tri Lane (1-3-1)

Formasi ini mirip dengan Hypercarry, tetapi bedanya ada pada pembagian Buff. Hero Carry yang berada di Mid Lane hanya mendapat Buff biru, ditemani oleh Tank dan Support.

Satu Offlaner di Bottom Lane juga bertugas Farming seorang diri dan mendapat Buff merah. Dengan demikian, jika Hero Carry yang di Mid Lane gagal, masih ada harapan dari satu Carry lainnya.

Risiko dari formasi ini adalah Offlaner di Lane bawah mungkin bisa sering mati karena berada seorang diri rentan mendapat gank dari musuh. Untuk itu, Offlaner di Lane bawah ini benar-benar harus bermain aman sampai mendapat backup dari tim.

4. Invasi Biru

Tujuan dari strategi ini adalah untuk membuat supaya Hero Mid Carry lawan tidak jadi dengan mencuri Buff biru milik musuh.

Risiko dari strategi ini juga cukup besar karena kita harus masuk ke area Jungle musuh. Apalagi kalau lawan memiliki tiga player di Mid Lane.

Bukan hanya gagal mendapat Buff mereka, bisa-bisa Hero di tim sendiri mati terlalu cepat karenanya. Untuk melakukan invasi ini, dibutuhkan setidaknya tiga atau empat Hero supaya tidak terjadi gank dari musuh.

5. Invasi Merah

Strategi ini hampir sama dengan invasi biru, tetapi kali ini tujuannya adalah mencuri Buff merah supaya Marksman lawan kalah dalam level dan Build Item.

Strategi ini juga sama berisikonya seperti invasi biru karena harus masuk begitu jauh ke dalam area Jungle musuh.

Untuk melancarkan strategi ini, perlu Offlaner yang kuat dan koordinasi yang tepat dengan Roam dari Mid Lane. Selain itu, Hero tim harus menggunakan Battle Spell Retribution supaya tidak gagal kalau ternyata musuh menggunakan Retribution.

Jika strategi ini berhasil di Early Game, maka selanjutnya akan lebih mudah bagi tim yang mendapat dua Buff merah.

Kalau kalian mabar bersama tim, semua strategi di atas akan lebih mudah digunakan. Bagaimana kalau kalian main solo? Bisa saja, asalkan komunikasi lancar di antara tim, melalui voice chat tentunya. Sebaiknya jangan sering-sering melakukan chat dengan mengetik karena itu bisa membuang-buang waktu.