LATEST NEWS

Kisah Latar Belakang Revamped Miya Mobile Legends

img
Sep
01

Melalui Project NEXT Mobile Legends, Moonton melakukan Revamp pada Hero-hero lama untuk mengimbangi META di mana para Hero baru bermunculan. Dengan melakukan penyesuaian, diharapkan Hero-hero lama akan lebih sering digunakan kembali.

Salah satu Hero lama yang mengalami Revamp adalah Miya. Selain mendapat perubahan pada skill dan Model Hero, kisah latar belakang Miya juga diubah.

Di halaman kali ini, mimin ingin membahas kisah latar belakang Miya. Bagi kalian yang tertarik membaca kisah-kisah dibalik Hero-hero Mobile Legends, kalian wajib membaca ini.

Kisah Latar Belakang Miya

Meskipun para Elf menikmati umur yang sangat panjang, namun mereka tidak memiliki tubuh yang abadi. Sepanjang sejarah panjang Land of Dawn, ras yang lembut dan rapuh ini menahan rasa sakit dan penderitaan yang luar biasa sebelum akhirnya membangun rumah mereka di Azrya Woodlands. Miya mengalami semua peristiwa ini.

Lahir di akhir era perselisihan, Miya menjadi saksi dari tragedi tak terlukiskan yang menimpa para Elf dalam perang tanpa akhir, mengikuti Moon Goddess menuju keselamatan, kemudian secara pribadi mengalami perang benua kedua dengan manusia, dan menyaksikan banyak orang dari kaumnya sendiri berubah menjadi Dark Elf setelah Abyss merusah dan mencemari Shadow Swamp.

Sedih karena nasib buruk rasnya dan bekas luka perang, Miya memimpikan kehidupan yang damai, dan mimpi ini akhirnya menjadi kenyataan ketika Moon Goddess menggunakan semua kekuatannya untuk menciptakan Lunar Aegis, melindungi para Elf di Azrya Woodlands dan membiarkan mereka untuk berkembang di bawah perlindungan Aegis.

Setelah ini, Moon Goddess tertidur lelap, dan Miya menjadi anggota imamat. Selama ribuan tahun, dia melayani di Luna Temple dengan penuh kesetiaan, berdoa untuk kebangkitan kembali sang Moon Goddess dan bahwa suatu hari nanti sang Dewi akan dapat melindungi Elf yang dilanda bencana selamanya.

Namun, masa hidupnya ini ditakdirkan untuk segera berakhir. Dengan perluasan terus-menerus dari Abyss dan para iblis, kabut perang sekali lagi menyelimuti Land of Dawn. Ketika manusia dan Abyssal Demon jatuh ke jalan buntu, konflik muncul di antara para Elf mengenai sikap mereka terhadap perang. Faksi yang dipimpin oleh Raja Elf, Estes, percaya bahwa Abyss yang jahat akan membawa bencana ke seluruh benua, dan para Elf harus mengambil inisiatif untuk menghancurkan iblis.

Banyak Elf lain percaya bahwa rakyat mereka sudah cukup menderita, dan seharusnya tidak terlibat dalam perang lagi, sebaliknya hidup dengan aman di dalam perbatasan Azrya Woodlands di bawah perlindungan Lunas Aegis Moon Goddess. Yang tidak bisa dipahami Estes adalah bahwa saudarinya, Miya, berada di pihak yang berlawanan dari konflik internal ini. Meskipun dia mencintai perdamaian, Miya masih mengingat perintah terakhir dari sang Moon Goddess – untuk melindungi bangsanya sendiri, apapun yang terjadi. Oleh karena itu, dia tidak ingin melihat lebih banyak nyawa Elf dikorbankan atas nama kebenaran.

Pada akhirnya, sebagian besar Elf memilih untuk mempertahankan Azrya Woodlands, tetapi sedikit yang mereka ketahui, mereka mengundang bencana lain. Lunar Aegis memiliki kekuatan untuk mencegah penyebaran pencemaran di wilayah mereka, tetapi tidak dapat menghentikan pasukan iblis yang kuat. Untuk menyerang Moniyan Empire, pasukan iblis melewati Lantis Mountains dan memilih untuk pergi dari Shadow Swamp, menyerang Moniyan Plains dari Moonlit Forest.

Dalam menghadapi invasi pasukan iblis yang tiba-tiba, meskipun para Elf melakukan perlawanan yang gigih, para pasukan iblis berhasil menyapu bersih Moonlit Forest. Sang Raja Iblis Api, Thamuz, membakar Tree of Life, tempat di mana banyak Elf tinggal, menghujani api neraka ke hutan tersebut.

Miya menyalahkan dirinya sendiri atas tragedi itu. Dia ingin melindungi rakyatnya dengan menghindari perang, tetapi kelambanannya menghasilkan pengorbanan yang lebih besar. Akhirnya, dia berdoa siang dan malam di Luna Temple, berharap Moon Goddess yang agung dapat memberinya pencerahan dan membimbingnya dalam masa kesulitan.

Namun, Moon Goddess yang tertidur tidak memberi Miya pencerahan yang dia cari, dan cahaya Moonlit Forest menjadi redup seiring waktu berlalu. Estes dan beberapa Elf lainnya mulai melemah akibat energi bulan yang memudar. Di kejauhan, para orc dan iblis yang dipimpin oleh Balmond berkumpul di Stormeye Wastelands. Kali ini, target mereka bukanlah Moniyan Empire, tetapi Moonlit Forest itu sendiri.

Dengan Moon Goddess yang agung masih tertidur, dan kekuatan Estes menurun, Miya tidak punya pilihan. Siap atau tidak, perang akhirnya menemukannya sekali lagi. Dia terpaksa menanggung beban Priestess of the Moon dan memimpin bangsanya untuk mempertahankan negeri mereka.

Ketika suara genderang perang orc mulai terdengar, pasukan Moonlit Forest juga membunyikan terompet yang tidak pernah terdengar selama ribuan tahun. Miya, sang Priestess of the Moon, mengambil busur peraknya, dan bergabung dengan rakyatnya untuk bertarung di bawah sinar bulan.

“Moon Goddess yang agung, jika perang harus datang ke negeri ini, pengorbanan tidak dapat dihindari. Mohon berikan aku kekuatan, keberanian, dan keyakinan untuk melindungi rakyat dan negeri kami!”